FACT

When you flip the paper and read through it each page in someone's life book. You'll find things that you JUST don't have. Somehow, realizing that isn't easy. Even sometimes we could just do things completely insane just to be approved in the society that we dreamed to be. Life is just too ridiculous, silly, and fun.

having a feeling of "regret" is good, but having a precaution is better. Yet, we need to remember, what we have now is not what we've planned for living. I wondered how all the wise people do in their life. Have they ever felt rejected or even "always"?

proving so much to people who can't see is just the same thing as you prove things to all dead beings. What you all need to repair is a perfect ingredients.

100% of you
100% of commitment
100% of you.


you as the subject, commitment as what you live for, and you as the object whom you prove to. I guess, what we've done is what we ourselves do to ourselves.

i don't even know what should I do. but I think i'll try to do what i suggest to myself on this silly writing. Well at least i've learned to take it slow... thanks blog. you've been my best friend.

anugerah terindah

mama...
papa..
cuma lewat ini aku bisa ungkapkan seberapa besar cinta aku sama mereka.
meski keduanya jarang menyatakan atau pun mengungkapkan perasaan itu, tapi aku sadar cinta yang papa dan mama miliki jauh lebih besar dari yang aku punya.
 Papaku adalah orang yang hebat, sangat hebat. Bagiku, beliau orang yang paling kuat yang tidak pernah kenal lelah berjuang untuk selalu menebarkan senyuman di dalam rumahnya. Karena begitulah caranya beliau untuk mengungkapkan seberapa besar cintanya pada kami, ketiga anaknya. Tapi andaikan papa suatu saat nanti baca, aku hanya bisa berpesan bahwa kami ingin papa sehat, selamat dan sejahtera di setiap menunaikan kewajibannya sebagai seorang Papa. Kami juga ingin papa bahagia bersama kami, menikmati setiap waktu yang ada untuk kebahagiaan kita sekeluarga bersama. Tetap menjadi tauladan kami dalam keluarga. Papa itu sudah sangat hebat untuk mengajarkan dan membuktikan kepada kami bahwa kami bisa menaklukan dunia bahkan dalam kondisi 0 (Nol).
  Pah, neng sayang sekali sama papa. Neng cuma pengen papa jaga kesehatan dan hanya berbagi cinta kepada neng, aa, arif dan mama. yang terutama allah.

mama..
Tiba-tiba teringat semua kenangan yang udah neng sama mama laluin bareng2. kemana perginya waktu selama itu? Tak terasa neng sudah besar, sudah seharusnya membahagiakan mama dan membuktikan rasa sayang neng dengan cara neng. Maafkan neng, kalau selama ini neng tidak bisa mengungkapkan seberapa besar rasa sayang neng ke mama. Bahkan ketika neng tulis di sini pun masih belum bisa menggambarkan kebahagiaan neng punya mama seperti mama neng sekarang. Mah, mama itu cantik dan langsing. Tidak ada lagi yang perlu dirubah dari mama. Mama yang seperti ini yang sempurna bagi neng sama seperti papa. Kalau mama juga baca tulisan neng ini, Mama harus tahu kalau neng sangat sayang mama dan papa melebihi apapun yang ada di dunia. Nama mama dan papa selalu melekat di setiap perjuangan neng menimba ilmu, dan kehidupan. Senyuman mama dan papa ada sumber bahan bakar neng untuk terus berjalan dan berlari menggapai mimpi neng. Mah, neng mohon jangan pernah mama nangis karena setiap mama nangis bahan bakar neng habis mah. hehe
Mah, pah, neng sayang mama papa dan hal itu gak pernah berkurang dari kecil sampai sekarang. Meskipun sesering apapun papa dan mama mengeluh tentang tingkah laku neng. neng mohon maaf sama mama papa.
Mama dan papa semangat terus ya, sabar ya pah mah... karena neng, aa, dan arif pasti terus ada untuk mama dan papa. Ingat pah mah, tujuan kita adalah untuk membangun rumah besar di SURGA nanti, amiiin. Dan semoga kita selalu berkumpul bersama dengan penuh kebahagiaan, tak hanya di dunia tapi juga di SURGA. amiiiin ya allah.

i'd do everything it takes to make you happy with my own way.
I Love you my dearest parents.
With all my hearts
I remain to stand because of you
You are the best gift god has given to me.
You are the reason why i'm here, and what i'm here for...



?!?!?!?!

And again I can't sleep. It's been like two days ago. i don't know when i can overcome this. Playing computer, that's all I can do, nothing more.

Hari ini..

It's almost two days that I didn't sleep good. arrgh, homeworks are everywhere. Darn it!!! and the deadline is tomorrow. i didn't even do my event report paper. god, help me through this....

?!?!?!

mimpi itu datang dan datang lagi. Khawatir itu wajar bung, tapi kalau keseringan juga jadi berbahaya. Tidak hanya buat diri sendiri tapi juga buat orang sekitar. ya sudahlah, mau diapakan lagi. Toh hanya mimpi yang sering orang sebut sbagai bunga tidur saja. Tidak perlu risau.

Tapi bagaimana kalau jadi kenyataan? aku siap? huuumph. Harus!!! mau tidak mau. Terpaksa sih memang, tapi mau bagaimana lagi, apa hakku untuk terus mengingatkan. Toh tidak ada yang tahu, hanya aku yang tahu dan Tuhanku. Pasti sedih tapi harus kuat. Karena pasti ada yang lebih baik.

Teman itu sulit dijalankan kalau dari awalnya sudah salah pendekatan. Nah looh, actually i don't wanna talk about it.
jadi sudahlah kawan kita sama-sama nikmati kekerasan yang terjadi di antara kita bersama-sama. Seperti apa yang kamu pernah bilang dahulu.

the dreams are the same dreams.... wish whatever the best for you.

Dan aku pun berlabuh...

Semoga saja ini bukan labuhan terakhirku. Pepohonan dan kesejukan yang ditawarkan oleh labuhan ini berbeda dengan labuhan yang lain. Atau memang karena aku sendiri belum pernah mencari labuhan lain. Namun buat apa?! terkuras sudah energi ini untuk terus mendayuh, mencari labuhan lain yang belum tentu lebih indah dari ini.

Keistimewaan labuhan ini adalah bukan dari keindahannya, bukan juga dari emas atau tambang yang labuhan ini miliki. Tapi dari kesejukkan, kenyaman, dan warna. Memang bukan hanya labuhan ini yang menawarkan hal tersebut, masih banyak labuhan2 lain yang memiliki pesonanya sendiri. Tapi ini bukan berbicara mengenai kesempurnaan labuhan, melainkan berbicara mengenai seberapa hebat aku dan labuhanku menciptakan sebuah kesempurnaan.

"Ini bukan prosa, tapi fakta" begitu katanya

I Live to Learn, I Learn to Live.
Yes I can !!!

Pourquoi Pas?!

It's been a long time ago...

ini udah jadi cerita lama di dalam diri gue. Sebenarnya gue juga ga begitu mau untuk bring up hal ini lagi. Tapi gue pikir ga salah kalau gue taruh kenangan gue di tulisan amatir gue ini.
Dia.. I saw him as the perfect one for me, but then he actually isn't. Dia bahkan ternyata emang sama sekali ga tercipta buat gue.
Dua minggu sampai satu bulan, rasanya cukup untuk kita saling kenal satu sama lain, dan menyatakan perasaan suka. Banyak banget yang udah gue laluin bareng sama dia hanya dalam kurun waktu sesempit itu, kita udah sama-sama menulis kata siap untuk memiliki hubungan. Bahkan, setiap kenangan foto yang ada di folder komputer gue bisa membuat gue tersenyum dibalik kesedihan gue. Kesedihan itu bukan berasal dari tidak terjadinya hubungan di antara kita. Tapi karena hubungan ini berakhir tanpa alasan. Hubungan ini berakhir tepat pada hari raya Idul Fitri, dan smsnya yang menyatakan "aku masih belum siap".

Penyesalan buat gue karena gue sendiri ga bisa mempertahankan dia, memohon untuk tetap disamping gue. Saat itu, dengan melihat semua gambarnya bersama pasangannya, gue masih suka bilang "gue yang seharusnya ada di foto itu". Tapi ada rasa bahagia yang gue rasakan melihatnya bersama kekasih barunya, karena dengan melihat itu semua, gue sadar bahwa gue pantas untuk mendapatkan orang yang mencintai gue lebih dari dia. Keputusan untuk terus moving on saat itu malah menjadi boomerang buat gue. Rasanya ditusuk 1000 pisau disetiap bagian tubuh gue aja masih kalah sama perasaan gue. Tapi ternyata, sakit hati yang gue rasakan ga berhenti sampai situ. Gue juga harus bisa kuat mendengarkan berjuta alasan yang dia jelaskan ke teman2 gue atau pun teman2 dia untuk tetap menjaga nama baiknya. Gue cuma bisa terdiam, biarlah apapun yang sudah kita komit, gue sama dia aja yang tahu.

Dari situlah, keputusan moving on adalah keputusan terbaik buat gue. Sekarang, gue udah seneng banget berada di kehidupan gue yang sebenarnya, bersama orang-orang yang tulus mencintai gue. Gue hanya bisa berharap yang terbaik buat dia, karena gue percaya setiap doa yang gue ucapkan, Tuhan pasti mengabulkan doa itu terjadi di kehidupan gue juga.

I Live to Learn, I Learn to Live.
Yes I can !!!

Pourquoi Pas?!