Cinta itu seharusnya SUCI.
Bukan permainan kata-kata yang tercipta dari suatu perasaan yang dibingungkan dengan hawa nafsu.
ALLAH telah mensucikan cinta dengan ayat-ayat sucinya.
Cinta saat ini didefinisikan dengan pengorbanan, sehingga artinya seseorang yang telah berkorban adalah orang yang mencintai kita.
TIDAK SALAH,
tapi tidak sedikit yang mendefinisikan PENGORBANAN menjadi sesuatu akal muslihat dan cara untuk mendapatkan cinta dan perhatian.
Apakah kini pengorbanan menjadi mata uang untuk membeli Cinta dengan harga murah?
ALLAH mensucikan wanita dan laki-laki sebagai hambanya.
Oleh karena itu ALLAH perkenankan cinta dengan restunya melalui akad.
Sehingga cinta bukan lagi menjadi kata-kata yang masih bisa diingkari atau pengorbanan sebagai mata uangnya.
TAPI TANGGUNG JAWAB
Fitrah seorang manusia itu adalah menjadi seseorang yang akan melakukan sesuatu apabila itu adalah tugasnya.
Betul, masih ada juga manusia yang SELALU dan TIDAK HENTI-HENTINYA bahkan setiap detiknya berinisiatif untuk melakukan sesuatunya tanpa harus ditugaskan.
Bukankah Islam adalah agama preventif?? ALLAH selalu ingin melindungi umatnya dari rasa penyesalan yang melukai perasaan umatnya; Dari rasa putus asa ketika penyesalan itu datang sebagai akibat dari apa yang telah dibuat.
Sehingga ALLAH ciptakan TANGGUNG JAWAB untuk keduanya melalui akad nikah. Agar keduanya menjaga dan memelihara "cinta" dengan baik.
Yaa Rabb,
Lindungilah umat muslim dari segala keterpurukan hawa nafsu. aamiin
SINGAPORE (benci
tapi rindu)
After
collecting enough information through persons and internet, my family and I
decided to take off to Singapore for the weekend. We depart on Saturday morning
March 1st, 2014 at 8 o’clock as if we consider that it would minimize our
living cost and maximize our time to spend in Singapore.
But
before, we would like definitely appreciate all of our friends in Indonesia who
have helped us on our first trip to Singapore. Actually, my daughter has been
in Singapore last year with her friends, so she also helped us to arrange our
stay and the flight ticket.
The
information told us that right after we arrived in Changi Airport, Singapore,
We should directly go to the ticket office to buy STP (Singapore Tourist Pass).
STP is formed for all tourists who’d like to use public transportation around
Singapore without paying for each trip. Considering how often we will use MRT
for the next three days, I thought STP will be so helpful to minimize our
outcome. (To find the information about STP, find this link:
http://www.thesingaporetouristpass.com.sg/)
After
buying the STP, we headed to our stay in Mitaa Inn. We will stay here for the
next two nights. I really recommend this place for all family backpackers
considering the fit price and the location that is reachable. Especially for
us, knowing that there is “Masakan Padang” restaurant right in front of our
place is a pleasure. Besides, the service is excellent, the front office is
friendly and such a helper. After we were all set, we decided to walk to
Mustafa Center (not far from our place) and ahead to Sim Lim Square by MRT. We
were going to buy a cellphone so after checking out the price in Mustafa
Center, we decided to go to Sim Lim Square just to compare the price for the
cellphone. We were surprised because there is a shop called “Darling Photo”
sold the cellphone we wanted with a cheap price, so we decided to check in
first. Checking out the price offered here is cheaper than in Mustafa Center,
we decided to buy the cellphone. Since this is the first time for me and my
family went shopping in Singapore especially for electronic stuff, we didn’t
know that we’ve been set. So instead of paying cheaper, we have to spend our RP
5.200.000 for paying the cancellation of our purchase. The shop said that the
law in Singapore about cellphone is very strict, we need to pay for something
more than just the cellphone itself.
Note: There will always be people like that in every
country, so we politely warn you to be careful especially in Sim Lim Square, Do
not be very easy to sign any contract.
Since our budget got cut out for nothing, we need to
rearrange our agenda during our stay in Singapore. On Sunday, March 2nd, we
went to Merlion Park and Orchard Road afterwards to Little India to buy something
for our friends and family in Indonesia. After feeling tired of walking the
whole day, we went back to our stay. But on the way home, the curiousity about the case
that happened in “Darling
Photo” Sim Lim Square got on me big time. So I decided to go to Mustafa
Center nearby the place where we stay. We bought the same cellphone as the one
we wanted in Sim Lim Square. Apparently, when we asked all information about
the Singapore’s law in Mustafa Center, we figured out that there is no such
thing as the law that “Darling Photo” told us. Everything that “Darling Photo”
said about Government’s rules and the policy of having a cellphone is a LIE. The price that Mustafa
Center offered has been tax included whereas the tax itself will be refunded
when we would head back home in the airport, no need to pay extra for software
installment and stuff like that. So apparently, There is no Singapore
government rule that told that if a person who purchased Cellphone and will use
the cellphone abroad, should pay extra for the software installment and
provider unlock to the shop that sells the brand of the cellphone in Singapore.
Monday, 3/3/2014 afernoon, we packed our bags to leave
Singapore for Jakarta. Our flight will take off on 8 PM. So we decided to visit
HarbourFront. It is the place where you want to be in before you head to Sentosa
Island. We went there only to espied the port and Sentosa. After that, we
went directly to Changi airport to refund our deposit on our STP card.
The process of refunding the tax in Changi Airport is
very simple and easy, besides the service is so friendly, It was quite a
pleasure to have a sweet experience as the closure of our journey in Singapore.
After lining up to get the boarding pass, before we enter the security pass, we
saw all the flight passenger for India is strictly checked by security. Their
belongings were strictly weighed but thank god that didn’t applied to flight
passenger for indonesia. Perhaps this is because Indonesia is part of ASEAN so
that we can feel every convenience that ASEAN country offered. It also applied
in Soekarno Hatta airport that gives a lot of convenience to all passengers
that arrives from Singapore.
I can’t wait to have MEA applied through ASEAN. This will
make every country in ASEAN united, and hopefully every citizens especially in
Indonesia will be able to approve this. Singapore has a beautiful city with technology
applied and Indonesia has million tourism places show different kinds of nature
beauty with a unique culture and traditional ethnic. God has provided all
these, this is our task as each and every country’s citizens to determine ourselves
to develop our tourism. Don’t let the irresponsible person(s) like what
happened in Darling Photo Sim Lim Square ruin the image of our country
especially for tourism area.
Thank you my beloved Indonesia and Thank you Singapore.
Cheers to all Indonesian Backpackers.
Skyscraper
Skies are crying
I am watching
Catching teardrops
in my hands
Do you have to make me feel like
There's nothing left of me
You can take everything I have
You can brake everything I am
Like I'm made of Glass
Like I'm made of Paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like the skyscraper
Would it make you feel better
to watch me while I bleed
That was some beautiful lyrics. Besides telling other that we can handle it, but It also inspire us to be strong.
Nah, siapa yang tidak tahu Lirik lagu ini? ini adalah Skyscraper- Demi Lovato. I got nothing to explain about this lyrics and song. Karena lirik ini selalu menjadi penguatku di saat tidak ada orang yang mampu menghargaiku. Nah bagaimana dengan sahabat semua?
Terharu..
Malam itu, aku dan ayahku bergegas ke Jakarta untuk mengantarkanku ke kosan di bilangan Jakarta Barat. Sebelum aku berangkat dengan Ayahku, aku takut. Karena memang dari kecil aku takut dengan Ayahku. Beliau adalah sosok yang sangat ditakuti dalam keluargaku. Malam itu, pikirku aku tidak akan berbicara sedikitpun sepanjang perjalanan, dan perjalanan itu akan menjadi "Awkward".
Namun, sedikit demi sedikit kami membuka pembicaraan dan membahas hal-hal yang berwangikan agama. Hingga pembicaraan kami memuncak ke arah Rasulullah. Siapa hati yang tak tergetar ketika mendengar nama itu, dengan lugasnya Papa bercerita mengenai makhluk mulia yang disebut Rasulullah, setiap helai rambut pun berdiri mendengar perihnya cerita Rasulullah.
Dear Sahabat,
Menyambung cerita "Invinsible", aku tahu aku bukanlah rasul dan nabi. Lisan ini tidak sempurna karena kekhilafanku, Perbuatan ini tidak indah karena kesadaran diriku.
Rasanya mampukah aku menjadi umatnya yang mampu menahan sabar dengan bercerita kepada ALLAH? Rasanya mampukan aku menjadi umatnya yang selalu bersyukur dengan keberadaan ALLAH yang selalu ada dan Tahu.
Cerita papa kepadaku:
"Baginda Rasul itu adalah seorang ahli Marketing, Kita berbondong2 membeli buku orang luar negeri dengan segala teori mereka mengenai Marketing dan lain-lain. Tapi ternyata syariat ilmu ALLAH sudah ada di Nabi Muhammad. Manusia mana yang mampu menjual produk yang tidak kasat mata (iman kepada ALLAH) dengan hadiah yang tidak kasat mata (Surga) dan berhasil menjadikan berjuta-juta manusia berbondong-bondong menjadi pengguna produknya?
Neng, Baginda Rasul itu adalah seorang psikolog yang handal. Beliau mampu membuat Fatimah, anak kesayangannya tersenyum dikala beliau pergi. Padahal yang beliau katakan adalah "Fatimah setelah aku, engkau selanjutnya". Tahukah neng kenapa Fatimah senang? Karena Rasulullah tahu bahwa anak kesayangannya itu tidak menginginkan hal lain selain bersama Rasulullah maka, Fatimah pun berbahagia mendengar dia akan bertemu dengan Rasulullah lagi."
Ya Rasul, tanpa kusadari Engkau selalu ada di keseharianku. Hanya kebodohanku dan kejahatanku saja yang kadang jauh darimu ya Rasul, Engkau ternyata selalu mengajari hal yang baik dengan tindakanmu. Ya Rasul, aku ingin menjadi umatmu, tolong selamatkan aku dunia dan akhirat. Bantu aku ketika hari pembalasan terjadi, Ya rasul, aku ingin menjadi orang yang beriman kepada ALLAH, aku meminta kepadamu ya Rasul, bimbing aku dengan segala ceritamu melalui siapapun. Jangan biarkan aku lepas dari teladanmu ya Rasul. aamiin
Namun, sedikit demi sedikit kami membuka pembicaraan dan membahas hal-hal yang berwangikan agama. Hingga pembicaraan kami memuncak ke arah Rasulullah. Siapa hati yang tak tergetar ketika mendengar nama itu, dengan lugasnya Papa bercerita mengenai makhluk mulia yang disebut Rasulullah, setiap helai rambut pun berdiri mendengar perihnya cerita Rasulullah.
Dear Sahabat,
Menyambung cerita "Invinsible", aku tahu aku bukanlah rasul dan nabi. Lisan ini tidak sempurna karena kekhilafanku, Perbuatan ini tidak indah karena kesadaran diriku.
Rasanya mampukah aku menjadi umatnya yang mampu menahan sabar dengan bercerita kepada ALLAH? Rasanya mampukan aku menjadi umatnya yang selalu bersyukur dengan keberadaan ALLAH yang selalu ada dan Tahu.
Cerita papa kepadaku:
"Baginda Rasul itu adalah seorang ahli Marketing, Kita berbondong2 membeli buku orang luar negeri dengan segala teori mereka mengenai Marketing dan lain-lain. Tapi ternyata syariat ilmu ALLAH sudah ada di Nabi Muhammad. Manusia mana yang mampu menjual produk yang tidak kasat mata (iman kepada ALLAH) dengan hadiah yang tidak kasat mata (Surga) dan berhasil menjadikan berjuta-juta manusia berbondong-bondong menjadi pengguna produknya?
Neng, Baginda Rasul itu adalah seorang psikolog yang handal. Beliau mampu membuat Fatimah, anak kesayangannya tersenyum dikala beliau pergi. Padahal yang beliau katakan adalah "Fatimah setelah aku, engkau selanjutnya". Tahukah neng kenapa Fatimah senang? Karena Rasulullah tahu bahwa anak kesayangannya itu tidak menginginkan hal lain selain bersama Rasulullah maka, Fatimah pun berbahagia mendengar dia akan bertemu dengan Rasulullah lagi."
Ya Rasul, tanpa kusadari Engkau selalu ada di keseharianku. Hanya kebodohanku dan kejahatanku saja yang kadang jauh darimu ya Rasul, Engkau ternyata selalu mengajari hal yang baik dengan tindakanmu. Ya Rasul, aku ingin menjadi umatmu, tolong selamatkan aku dunia dan akhirat. Bantu aku ketika hari pembalasan terjadi, Ya rasul, aku ingin menjadi orang yang beriman kepada ALLAH, aku meminta kepadamu ya Rasul, bimbing aku dengan segala ceritamu melalui siapapun. Jangan biarkan aku lepas dari teladanmu ya Rasul. aamiin
Invinsible
Lama rasanya tidak bersenda gurau dengan layar kecil ini, atau bahkan menangis di depannya.
Dear Sahabat,
Pernah merasa rindu? tentu pernah. Aku sering, dan mungkin bersembunyi adalah satu-satunya hal yang aku lakukan. Bukan bersembunyi di bawah selimut atau dibalik tembok. Tapi dibawah kebahagiaan dan dibalik tawa.
Alm. Eyang ageng mendatangiku di suatu bunga yang bagaikan kenyataan. Begitu pula teringat segala jalan yang aku lewati bersama Alm Abah dan Alm Emak.
Tak terasa Ramadhan akan datang kembali, seperti perintah untuk bergegas mempersiapkan diri semakin lantang terdengar. Aku bahagia, AKU BAHAGIA RAMADHAN DATANG. Bukan hanya karena aku akan mendapatkan bulan suci ini, tapi juga Alm kakek nenekku akan terjamin ketenangan dalam kuburnya.
Aku ingin bercerita semua hal yang sedang aku lewati saat ini, marah, sedih, hancur, remuk, bahagia, senang, bangga, rindu, terharu. Semua itu aku rasakan saat ini. Namun, tak ada satupun yang aku perlihatkan ke kedua orang tuaku. Bagi mereka, aku adalah anak yang selalu menerima apapun hasilnya setelah aku berusaha keras. Bagiku, aku hanya orang biasa yang boleh merasakan itu.
Kedua orang tuaku selalu mengajarkan aku untuk kuat. Namun, menjadi wanita yang memiliki hati yang terus dicoba ternyata sulit. Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin terlaksana, kan?
Setiap manusia memang punya hak untuk berpikir dan berpendapat dari sisi dan asumsi hasil pandangan masing-masing. Tapi memang sedikit orang yang mampu bercerita dengan pandangan dan posisi dari pihak yang lain.
Malam ini pukul sekian, aku belum bisa tidur. Rasanya air mata mulai menggenang dan membanjiri daerah sekitar hal yang tak tampak. Orang biasanya sebut daerah itu adalah hati. Tapi bukan organ hati ini yang menjadi saraf utama perasaanku. Niatnya ingin tidur. Tapi susah sekali rasanya kelopak ini untuk berpisah dengan cahaya yang dari tadi menatap ku yang berasal dari laptop kecilku. Membaca tulisan seseorang dan terkejut hati saat intisari tulisan tersebut menyebutkan hal yang bukan sebenarnya. Besar atau dibesar-besarkan? Tapi entah rasanya ingin langsung menjawab tulisan tersebut. Namun, teringat satu kata "ALLAH LEBIH DARI CUKUP".
Hati pun tenang. Meskipun ALLAH selalu berkata tidak boleh dan haram bagi kita untuk memutuskan tali silaturahmi. Yang penting bukan aku.. GILA???
ya!!. Tapi, sudah kuberusaha untuk memulai saling berbagi suatu pikiran dan perasaan dari masing-masing posisi agar menghindari kesalahpahaman. Jadi mau bagaimana?
At Last...
I finally can catch my breath again. After all things i've been through this almost-one year.
She and he respectively left me to heaven.
emak, panggilan ku untuk beliau, nenekku dari pihak ibuku...
Beliau pergi dengan pertanda sebelumnya, beliau pergi dengan mengucap pamit. Beliau pergi dengan meninggalkan cinta dan kenangan yang terukir pada bagian jauh di dalam kulit setiap putra-putrinya.
Sosoknya sangat teringat dalam memori ini.. bahkan terukir pada cucunya.
Tahun baru itu, menjadi tahun terakhir baginya untuk berulang tahun, dan untuk berkumpul bersama...
Berbeda dengan abah, kakekku... beliau meninggalkan kami, khususnya aku tanpa pamit sedikitpun. Seolah tertidur pulas dan tenggelam dalam mimpinya dalam waktu yang sangaaaat lama.
Hari itu, seperti petir yang menghujam pohon yang kering kerontang... tanpa nutrisi tanpa air, tanpa kehidupan. AND ANOTHER PART OF MY HEART HAS GONE.. He was the one who would stand tall in front of me. He was the one who would take my hand beside me. He was the one who would sit and wait for me when he's behind me.
Salahkan aku karena menangis, salahkan aku karena selalu merindukannya. Tapi izinkan aku untuk terus mencintainya...
selamat tinggal abah... tak pernah berhenti berdiri perasaan ku setiap kali aku mengingatmu...
She and he respectively left me to heaven.
emak, panggilan ku untuk beliau, nenekku dari pihak ibuku...
Beliau pergi dengan pertanda sebelumnya, beliau pergi dengan mengucap pamit. Beliau pergi dengan meninggalkan cinta dan kenangan yang terukir pada bagian jauh di dalam kulit setiap putra-putrinya.
Sosoknya sangat teringat dalam memori ini.. bahkan terukir pada cucunya.
Tahun baru itu, menjadi tahun terakhir baginya untuk berulang tahun, dan untuk berkumpul bersama...
Berbeda dengan abah, kakekku... beliau meninggalkan kami, khususnya aku tanpa pamit sedikitpun. Seolah tertidur pulas dan tenggelam dalam mimpinya dalam waktu yang sangaaaat lama.
Hari itu, seperti petir yang menghujam pohon yang kering kerontang... tanpa nutrisi tanpa air, tanpa kehidupan. AND ANOTHER PART OF MY HEART HAS GONE.. He was the one who would stand tall in front of me. He was the one who would take my hand beside me. He was the one who would sit and wait for me when he's behind me.
Salahkan aku karena menangis, salahkan aku karena selalu merindukannya. Tapi izinkan aku untuk terus mencintainya...
selamat tinggal abah... tak pernah berhenti berdiri perasaan ku setiap kali aku mengingatmu...
Subscribe to:
Comments (Atom)